MATERI · Keanekaragaman makhluk hidup

Jamur: pengurai dan penyerap

Bukan tumbuhan, bukan hewan: jamur payung, kapang tempe, ragi roti, dan kerabatnya.

Jenjang yang disarankan: SD, SMP, SMA, kuliah.

Penjelasan untuk SD

Jamur sering tumbuh di kayu lapuk, tanah lembap, atau roti yang sudah lama. Jamur bukan tumbuhan. Jamur tidak berwarna hijau dan tidak bisa membuat makanan sendiri dengan cahaya matahari. Jamur mendapat makanan dengan menyerap zat dari benda di sekitarnya, misalnya dari daun dan kayu yang sudah mati.

Macam-macam jamur:

Jamur berkembang biak dengan spora, butiran yang sangat kecil dan ringan seperti debu, yang terbawa angin.

Jamur penting bagi alam karena menjadi pengurai: jamur menguraikan daun dan kayu mati sehingga tanah menjadi subur.

Hati-hati! Ada jamur yang sangat beracun. Jangan memetik dan memakan jamur liar. Jamur juga bisa menyebabkan penyakit kulit seperti panu dan kutu air, jadi jaga kulit tetap bersih dan kering.

Poin kunci

Aktivitas

Masukkan selembar roti tawar yang sedikit dibasahi ke dalam kantong plastik bening, lalu tutup rapat. Amati setiap hari selama seminggu tanpa membuka kantongnya. Gambar warna dan bentuk kapang yang tumbuh, lalu buang kantong beserta isinya tanpa dibuka.

Penjelasan untuk SMP

Ciri-ciri jamur (Fungi):

Cara hidup jamur:

Kelompok jamur yang sering dipelajari:

Jamur yang menguntungkan: bahan pangan dan fermentasi (tempe, oncom, tapai, kecap), obat, pengurai, dan mikoriza yang membantu akar menyerap air dan mineral.

Jamur yang merugikan: penyakit kulit seperti panu, kurap, dan kutu air; penyakit tanaman seperti karat daun; makanan menjadi busuk; dan racun seperti aflatoksin yang dihasilkan kapang Aspergillus flavus pada kacang atau jagung yang disimpan lembap.

Poin kunci

Aktivitas

Amati jamur tiram atau jamur merang dari pasar: gambar tudung, bilah di bawah tudung, dan batangnya. Letakkan tudung di atas kertas selama semalam untuk mendapatkan cetak spora.

Penjelasan untuk SMA

Struktur: hifa dapat bersekat (septa) atau tidak bersekat (senositik, satu sel panjang berinti banyak). Jamur parasit sering memiliki haustorium untuk menyerap zat dari sel inang. Permukaan miselium yang sangat luas memudahkan penyerapan.

Daur hidup: pada banyak jamur, fase haploid (n) dominan. Reproduksi seksual dimulai dengan peleburan sitoplasma dua hifa (plasmogami), sering diikuti fase dikariotik (n + n, dua inti dalam satu sel) yang bisa berlangsung lama, lalu peleburan inti (kariogami) membentuk zigot diploid yang segera bermeiosis menghasilkan spora.

Klasifikasi modern disusun berdasarkan DNA:

Buku lama memuat kelompok Deuteromycota (jamur tidak sempurna) untuk jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya. Kini jamur tersebut dimasukkan ke kelompok kerabatnya berdasarkan data DNA.

Lumut kerak (liken) adalah simbiosis jamur dengan alga hijau atau sianobakteri. Lumut kerak peka terhadap pencemaran udara seperti sulfur dioksida, sehingga dipakai sebagai bioindikator.

Kekerabatan: berdasarkan bukti molekuler, jamur lebih dekat kekerabatannya dengan hewan daripada dengan tumbuhan. Jamur dan hewan sama-sama menyimpan cadangan makanan sebagai glikogen, dan kitin juga ditemukan pada rangka luar artropoda.

Peran ekologi: jamur pelapuk putih termasuk sedikit organisme yang mampu menguraikan lignin kayu secara efisien, sehingga berperan besar dalam daur karbon hutan.

Poin kunci

Aktivitas

Rancang percobaan faktor pertumbuhan kapang pada roti (kelembapan, suhu, atau penambahan garam, gula, atau cuka). Semua sampel disimpan dalam kantong tertutup dan dibuang tanpa dibuka. Sajikan hasil dalam tabel dan grafik.

Penjelasan untuk kuliah

Filogeni: jamur dan hewan (bersama koanoflagelata dan beberapa kerabat bersel satu) membentuk kelompok Opisthokonta, yang sel berflagelnya bergerak dengan satu flagel di bagian belakang, seperti spora kitrid dan sel sperma hewan. Keragaman jamur sangat besar: baru sekitar 150 ribu spesies yang telah dideskripsikan, sedangkan perkiraan jumlah totalnya mencapai jutaan.

Organisme model: Saccharomyces cerevisiae adalah eukariota pertama yang genomnya diurutkan lengkap (1996) dan menjadi model siklus sel, penuaan, dan biologi sel. Percobaan Beadle dan Tatum pada Neurospora melahirkan gagasan “satu gen–satu enzim”.

Mikoriza: mikoriza arbuskular (Glomeromycota) menembus sel akar dan bertukar fosfat dengan karbon dari tumbuhan; ektomikoriza membungkus akar dan umum pada pohon hutan, termasuk suku Dipterocarpaceae yang mendominasi hutan hujan Sumatra dan Kalimantan. Gagasan populer bahwa pohon saling “berbagi makanan” melalui jaringan jamur (wood wide web) masih diperdebatkan; tinjauan kritis menunjukkan bahwa bukti lapangan untuk transfer sumber daya yang berarti antarpohon lebih lemah daripada yang sering diberitakan.

Patogen penting:

Bioteknologi jamur: asam sitrat (Aspergillus niger), enzim industri, obat penurun kolesterol golongan statin (awalnya dari Aspergillus terreus), siklosporin untuk mencegah penolakan transplantasi (dari Tolypocladium inflatum), serta miselium sebagai bahan kemasan dan bahan bangunan ramah lingkungan.

Poin kunci

Aktivitas

Bandingkan liputan media populer tentang “wood wide web” dengan tinjauan ilmiah kritis tentang jaringan mikoriza bersama. Tentukan klaim mana yang didukung bukti lapangan kuat, mana yang masih hipotesis, dan penelitian apa yang diperlukan.

Spesies contoh

Materi terkait

Berlatih

Bacaan lanjutan