MATERI · Keanekaragaman makhluk hidup

Virus: di batas kehidupan

Bukan sel, tetapi bisa memperbanyak diri di dalam sel. Apa sebenarnya virus?

Jenjang yang disarankan: SMP, SMA, kuliah.

Penjelasan untuk SD

Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak bisa dilihat dengan mikroskop sekolah, hanya dengan mikroskop elektron yang sangat kuat.

Virus berbeda dari makhluk hidup lain. Virus bukan sel, tidak makan, dan tidak tumbuh. Virus hanya bisa memperbanyak diri jika masuk ke dalam sel makhluk hidup lain, misalnya sel tubuh manusia, hewan, tumbuhan, atau bakteri.

Beberapa penyakit karena virus: flu, cacar air, campak, dan demam berdarah. Virus demam berdarah (dengue) dibawa nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini bertelur di air bersih yang tergenang, seperti bak mandi, vas bunga, dan kaleng bekas.

Cara melindungi diri:

Ingat, obat antibiotik tidak bisa membunuh virus.

Poin kunci

Aktivitas

Buat poster 3M Plus untuk mencegah demam berdarah. Periksa tempat air di rumah atau sekolah bersama orang dewasa: adakah jentik nyamuk?

Penjelasan untuk SMP

Virus berukuran sekitar puluhan hingga ratusan nanometer, sehingga hanya terlihat dengan mikroskop elektron. Virus tidak tersusun atas sel: tidak memiliki sitoplasma, ribosom, maupun metabolisme sendiri.

Struktur virus:

Bentuk virus beragam: bulat, batang, berbentuk polihedron, atau seperti bakteriofag (virus bakteri) yang memiliki kepala dan ekor.

Virus hanya dapat memperbanyak diri di dalam sel hidup (parasit intraseluler obligat). Virus menempel pada sel yang cocok, memasukkan materi genetiknya, lalu “membajak” sel untuk membuat virus-virus baru.

Penyakit akibat virus:

Pencegahan: vaksinasi, mencuci tangan, etika batuk, pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus, dan menghindari kontak dengan darah orang lain. Antibiotik tidak efektif melawan virus; beberapa penyakit virus dapat diobati dengan obat antivirus.

Manfaat virus: bakteriofag dapat dipakai untuk membunuh bakteri tertentu, virus yang dilemahkan dipakai dalam vaksin, dan virus dimanfaatkan sebagai pengangkut gen dalam bioteknologi.

Karena virus tidak dapat berkembang biak sendiri tetapi memiliki materi genetik dan dapat berevolusi, banyak ilmuwan menyebutnya berada di batas antara hidup dan tak hidup.

Poin kunci

Aktivitas

Buat model virus dari kertas lipat berbentuk ikosahedron (kapsid) dengan benang di dalamnya (materi genetik). Lalu buka Laboratorium Skala Kehidupan dan bandingkan ukuran virus, bakteri, dan sel manusia.

Penjelasan untuk SMA

Replikasi virus pada bakteri (bakteriofag) dikenal dalam dua siklus:

Virus hewan dan manusia masuk ke sel melalui fusi membran atau endositosis; virus beramplop sering keluar dengan cara bertunas (budding) sehingga membawa sebagian membran sel inang. HIV adalah retrovirus: enzim transkriptase balik mengubah RNA virus menjadi DNA, lalu DNA itu disisipkan ke genom sel T helper sebagai provirus.

Klasifikasi virus tidak mengikuti tiga domain kehidupan karena virus bukan organisme seluler. Taksonomi virus diatur ICTV (Komite Internasional Taksonomi Virus) dengan tingkatan sendiri, termasuk famili, genus, dan spesies. Virus juga sering dikelompokkan menurut jenis asam nukleat dan cara membuat mRNA (sistem Baltimore).

Evolusi cepat: virus RNA bermutasi sangat cepat karena enzim penyalinnya jarang memperbaiki kesalahan. Perubahan kecil yang terus-menerus pada virus influenza (antigenic drift) membuat vaksin flu perlu diperbarui; percampuran segmen genom dua virus influenza yang berbeda (antigenic shift) dapat memicu pandemi.

Zoonosis adalah penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia, misalnya rabies dari anjing, flu burung dari unggas, dan virus Nipah yang inang alaminya kelelawar buah genus Pteropus. Pendekatan One Health memadukan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk mencegahnya.

Diagnosis penyakit virus memakai PCR (mendeteksi materi genetik), tes antigen (mendeteksi protein virus), dan tes antibodi.

Agen yang lebih sederhana dari virus: viroid (RNA melingkar kecil tanpa kapsid, menyerang tumbuhan) dan prion (protein yang salah lipat dan menular).

Poin kunci

Aktivitas

Gambar diagram berdampingan siklus litik dan lisogenik. Tandai pada tahap mana DNA bakteri dihancurkan dan kapan DNA fag ikut tersalin bersama DNA bakteri.

Penjelasan untuk kuliah

Sistem Baltimore mengelompokkan virus menurut genom dan jalur pembentukan mRNA: I DNA untai ganda (herpes, poks); II DNA untai tunggal (parvovirus); III RNA untai ganda (rotavirus); IV RNA untai tunggal positif (polio, dengue, SARS-CoV-2); V RNA untai tunggal negatif (influenza, campak, rabies); VI RNA dengan transkripsi balik (HIV); VII DNA untai ganda dengan transkripsi balik (hepatitis B). Taksonomi ICTV kini juga memakai tingkatan di atas famili, disusun terutama dari kekerabatan protein kunci seperti polimerase dan protein kapsid.

Asal-usul virus masih diperdebatkan: hipotesis regresif (penyederhanaan dari sel), hipotesis “melarikan diri” (potongan genom sel yang menjadi mandiri), dan hipotesis virus-lebih-dulu. Virus raksasa seperti Mimivirus, yang genomnya lebih besar daripada sebagian bakteri, mengaburkan batas antara virus dan sel.

Virus dalam genom kita: retrovirus endogen menyusun sekitar 8% genom manusia. Sebagian telah “dijinakkan”; contohnya gen sinsitin, yang berasal dari protein amplop retrovirus, berperan dalam pembentukan plasenta.

Ekologi virus: virus diperkirakan merupakan entitas biologis paling melimpah di bumi. Di laut, fag membunuh sebagian besar bakteri setiap hari, melepaskan bahan organik kembali ke air (viral shunt) dan memengaruhi daur karbon serta nutrien.

Dinamika evolusi: tingginya laju mutasi virus RNA membuat populasi virus berupa awan varian (kuasispesies). Laju mutasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan katastrofe galat, prinsip yang dimanfaatkan beberapa obat antivirus.

Pengendalian dengue di Indonesia: uji acak berkelompok di Yogyakarta (dipublikasikan 2021) melepaskan nyamuk Aedes aegypti yang membawa bakteri Wolbachia galur wMel, yang menghambat perkembangan virus dengue di tubuh nyamuk. Di wilayah intervensi, kasus dengue terkonfirmasi turun dengan efikasi protektif sekitar 77%, dan rawat inap karena dengue sekitar 86%.

Terapan: terapi fag untuk infeksi bakteri yang resisten antibiotik, vektor virus dalam terapi gen dan vaksin, serta sistem CRISPR yang ditemukan sebagai pertahanan bakteri terhadap fag.

Poin kunci

Aktivitas

Klasifikasikan virus dengue, influenza, HIV, hepatitis B, rotavirus, herpes simpleks, dan parvovirus B19 ke kelompok Baltimore. Jelaskan cara setiap kelompok membuat mRNA dan implikasinya bagi rancangan obat antivirus.

Spesies contoh

Materi terkait

Berlatih

Bacaan lanjutan