MATERI · Tubuh manusia & hewan

Reproduksi & tumbuh kembang manusia

Dari sel telur yang dibuahi sampai dewasa: tahap-tahap tumbuh kembang manusia.

Jenjang yang disarankan: SD, SMP, SMA, kuliah.

Penjelasan untuk SD

Setiap orang pernah menjadi bayi. Sebelum lahir, bayi tumbuh di dalam rahim ibu selama kira-kira sembilan bulan. Di sana bayi mendapat makanan dan oksigen dari ibu melalui tali pusat.

Manusia tumbuh dan berkembang melalui beberapa tahap:

Saat pubertas, tubuh berubah. Anak laki-laki dan perempuan tumbuh lebih cepat, keringat bertambah, dan muncul rambut di beberapa bagian tubuh. Suara anak laki-laki menjadi lebih berat, dan anak perempuan mulai mengalami menstruasi. Perubahan ini normal, dan waktunya bisa berbeda pada setiap anak.

Cara merawat tubuh saat tumbuh: mandi teratur, makan bergizi, tidur cukup, dan berolahraga.

Tubuhmu milikmu. Bagian tubuh yang tertutup pakaian dalam adalah bagian pribadi. Jika ada orang yang menyentuhnya atau membuatmu merasa tidak nyaman, katakan “tidak”, pergi, lalu ceritakan kepada orang dewasa yang kamu percaya.

Poin kunci

Aktivitas

Buat garis waktu tumbuh kembangmu sendiri dari bayi sampai sekarang. Gambar atau tempel foto, lalu tulis satu hal baru yang bisa kamu lakukan di setiap tahap.

Penjelasan untuk SMP

Reproduksi manusia bersifat generatif (seksual): sel kelamin laki-laki (sperma) dan sel kelamin perempuan (sel telur/ovum) bersatu membentuk zigot.

Organ reproduksi laki-laki

Organ reproduksi perempuan

Siklus menstruasi rata-rata sekitar 28 hari, tetapi bisa lebih pendek atau lebih panjang dan sering tidak teratur pada awal pubertas. Setelah sel telur dilepas (ovulasi), dinding rahim siap menerima embrio. Jika tidak terjadi kehamilan, dinding rahim luruh dan keluar sebagai darah menstruasi.

Dari zigot ke bayi: zigot membelah menjadi embrio yang menempel di dinding rahim. Plasenta dan tali pusat menyalurkan zat makanan dan oksigen dari ibu serta membawa zat sisa dari janin. Kehamilan berlangsung sekitar 38–40 minggu, lalu bayi lahir dan mendapat ASI yang mengandung zat gizi dan antibodi.

Pubertas dipicu hormon. Pada laki-laki muncul jakun, suara membesar, dan tumbuh kumis; pada perempuan payudara berkembang, panggul melebar, dan mulai menstruasi.

Menjaga kesehatan reproduksi: menjaga kebersihan organ kelamin, mengenal infeksi menular seksual seperti HIV dan cara pencegahannya, serta memahami bahwa kehamilan pada usia remaja berisiko bagi ibu dan bayi. Di Indonesia, batas usia minimal menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan.

Poin kunci

Aktivitas

Buat diagram kalender siklus menstruasi 28 hari. Tandai hari menstruasi, masa penebalan dinding rahim, dan perkiraan ovulasi. Tambahkan catatan bahwa panjang siklus setiap orang bisa berbeda.

Penjelasan untuk SMA

Gametogenesis melibatkan meiosis.

Pengaturan hormon: hipotalamus melepaskan GnRH yang merangsang hipofisis mengeluarkan FSH dan LH.

Fertilisasi dan perkembangan awal: sperma melepaskan enzim dari akrosom untuk menembus lapisan sel telur. Zigot membelah (pembelahan/cleavage) menjadi morula lalu blastosis yang tertanam di endometrium. Pada gastrulasi terbentuk tiga lapisan benih: ektoderm (kulit dan sistem saraf), mesoderm (otot, tulang, jantung, darah, ginjal), dan endoderm (lapisan saluran pencernaan, paru-paru, hati). Organ-organ terbentuk terutama pada trimester pertama, sehingga periode ini sangat peka terhadap alkohol, rokok, obat tertentu, dan infeksi seperti rubela.

Kembar identik berasal dari satu zigot yang terpisah, sedangkan kembar tidak identik berasal dari dua sel telur yang dibuahi dua sperma berbeda.

Kesehatan reproduksi mencakup pencegahan infeksi menular seksual, pemeriksaan kehamilan yang teratur, dan keputusan berdasarkan informasi ilmiah yang benar.

Poin kunci

Aktivitas

Buat diagram berdampingan spermatogenesis dan oogenesis. Bandingkan tempat, waktu dimulainya, jumlah gamet yang dihasilkan, dan pembagian sitoplasma.

Penjelasan untuk kuliah

Penentuan jenis kelamin: pada mamalia, gen SRY di kromosom Y memicu gonad berkembang menjadi testis. Testis lalu menghasilkan hormon anti-Müller (meluruhkan saluran Müller) dan testosteron (mempertahankan saluran Wolff); dihidrotestosteron membentuk genitalia eksterna. Variasi pada tahapan ini menghasilkan perbedaan perkembangan jenis kelamin (DSD) yang ditangani secara medis dan etis. Pada banyak reptil, termasuk penyu hijau, jenis kelamin ditentukan suhu inkubasi telur, sehingga pemanasan pasir pantai dapat menggeser rasio kelamin tukik.

Biologi perkembangan: perkembangan diatur oleh induksi antarjaringan, gradien morfogen, dan gen pengatur seperti gen Hox yang menentukan identitas sepanjang sumbu tubuh. Zigot bersifat totipoten; sel massa dalam blastosis bersifat pluripoten; sel punca dewasa umumnya multipoten. Sel punca pluripoten terinduksi (iPSC) dapat dibuat dengan memprogram ulang sel tubuh dewasa menggunakan beberapa faktor transkripsi. Pencetakan genomik (genomic imprinting) membuat ekspresi beberapa gen bergantung pada asal induknya.

Plasenta dan kesehatan jangka panjang: darah ibu dan janin tidak bercampur; pertukaran terjadi melalui vili korion, dibantu hemoglobin janin yang afinitasnya terhadap O₂ lebih tinggi. Konsep asal-usul perkembangan kesehatan dan penyakit (DOHaD) menunjukkan bahwa gizi dan paparan selama kehamilan dan awal kehidupan memengaruhi risiko penyakit di kemudian hari. Gagasan ini mendasari program 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam pencegahan stunting di Indonesia.

Teknologi reproduksi berbantu, seperti fertilisasi in vitro dan injeksi sperma intrasitoplasma, membuka kemungkinan baru sekaligus pertanyaan etika dan hukum.

Catatan sejarah ilmu: embrio vertebrata awal memang memiliki lengkung faring yang mirip, tetapi pada manusia lengkung ini berkembang menjadi rahang, telinga tengah, dan struktur leher, bukan insang. Gagasan rekapitulasi Haeckel (“ontogeni mengulang filogeni”) tidak lagi diterima, meski perbandingan embrio tetap menjadi bukti penting kekerabatan evolusi.

Poin kunci

Aktivitas

Baca ringkasan konsep DOHaD dan program 1000 Hari Pertama Kehidupan. Rumuskan satu pertanyaan penelitian tentang gizi ibu dan stunting, lengkap dengan variabel pengganggu dan desain studi yang sesuai.

Spesies contoh

Materi terkait

Berlatih

Bacaan lanjutan