Kehidupan laut
Plankton, terumbu karang, zona laut, dan cara menjaga laut Indonesia.
Jenjang yang disarankan: SD, SMP, SMA, kuliah.
Penjelasan untuk SD
Laut menutupi sebagian besar permukaan bumi. Indonesia adalah negara kepulauan dengan belasan ribu pulau, sehingga laut sangat dekat dengan kehidupan kita.
Di laut hidup banyak sekali makhluk:
- Plankton: makhluk sangat kecil yang melayang terbawa arus. Plankton tumbuhan membuat makanan dan oksigen, lalu dimakan plankton hewan dan ikan kecil.
- Ikan: dari ikan badut yang kecil sampai hiu paus, ikan terbesar di dunia.
- Hewan tanpa tulang belakang: karang, bintang laut, bulu babi, teripang, cumi-cumi, dan gurita.
- Mamalia laut: paus, lumba-lumba, dan duyung. Mereka bernapas dengan paru-paru sehingga harus naik ke permukaan untuk mengambil napas.
- Tumbuhan laut: lamun yang menjadi makanan duyung dan penyu.
Terumbu karang seperti hutan di bawah laut. Karang adalah hewan kecil yang membangun rumah dari kapur. Terumbu karang menjadi tempat tinggal, tempat makan, dan tempat bertelur banyak ikan.
Laut kita perlu dijaga. Jangan buang sampah plastik ke laut atau sungai, jangan menginjak karang saat berenang, dan jangan membeli hiasan dari karang atau cangkang penyu.
Poin kunci
- Laut dihuni plankton, ikan, hewan tanpa tulang belakang, mamalia laut, dan lamun.
- Terumbu karang dibangun hewan karang dan menjadi rumah banyak ikan.
- Jaga laut: jangan buang plastik dan jangan menginjak karang.
Aktivitas
Buat diorama terumbu karang dari barang bekas. Tempelkan gambar makhluk laut di tempat hidupnya: plankton di air, ikan di sekitar karang, dan teripang di dasar.
Penjelasan untuk SMP
Pembagian zona laut:
- Berdasarkan cahaya: zona fotik (permukaan sampai sekitar 200 m) yang cukup cahaya untuk fotosintesis, zona remang (sekitar 200–1.000 m), dan zona afotik yang gelap total di bawahnya.
- Berdasarkan letak: zona litoral (pasang surut), zona neritik (di atas paparan benua, dangkal dan kaya kehidupan), dan zona oseanik (laut lepas). Kolom air disebut zona pelagik, sedangkan dasar laut disebut zona bentik.
Cara hidup makhluk laut:
- Plankton melayang mengikuti arus: fitoplankton (berfotosintesis) dan zooplankton.
- Nekton berenang aktif melawan arus: ikan, cumi-cumi, penyu, paus.
- Bentos hidup di dasar laut: karang, bulu babi, teripang, kerang.
Ekosistem pesisir Indonesia saling terhubung. Hutan bakau menahan lumpur dan menjadi tempat pembesaran ikan dan udang; padang lamun menjadi makanan duyung dan penyu; terumbu karang menjadi rumah ribuan spesies. Ikan muda sering tumbuh di bakau dan lamun sebelum pindah ke terumbu.
Indonesia termasuk Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), wilayah dengan keragaman karang dan ikan karang tertinggi di dunia; Raja Ampat di Papua Barat Daya adalah salah satu pusatnya.
Ancaman: sampah plastik dan mikroplastik, penangkapan ikan berlebihan, penangkapan dengan bom dan racun sianida, pemutihan karang akibat laut yang memanas, dan hilangnya bakau. Kawasan konservasi perairan melindungi tempat ikan berkembang biak sehingga hasil tangkapan di sekitarnya dapat meningkat.
Poin kunci
- Zona cahaya: fotik, remang, afotik; zona letak: litoral, neritik, oseanik.
- Plankton melayang, nekton berenang, bentos di dasar.
- Indonesia di Segitiga Terumbu Karang; bakau, lamun, dan karang saling terhubung.
Aktivitas
Lakukan audit sampah di sekolah atau pantai terdekat: kumpulkan, pilah, dan hitung sampah plastik selama satu minggu. Diskusikan berapa banyak yang dapat berakhir di laut dan bagaimana menguranginya.
Penjelasan untuk SMA
Adaptasi hidup di laut:
- Garam: ikan laut bertulang keras hidup di air yang lebih asin daripada cairan tubuhnya, sehingga terus kehilangan air. Ikan ini banyak minum air laut, membuang garam lewat insang, dan menghasilkan sedikit urin pekat. Hiu dan pari menyimpan urea dalam darahnya agar tidak kehilangan air.
- Laut dalam: gelap, dingin, dan bertekanan sangat tinggi. Banyak hewan menghasilkan cahaya sendiri (bioluminesensi) untuk memikat mangsa, berkomunikasi, atau menyamar.
- Ventilasi hidrotermal: di dasar laut dalam, bakteri dan arkea kemosintetik membuat makanan dari senyawa kimia seperti hidrogen sulfida, tanpa cahaya matahari, dan menopang komunitas cacing tabung, kerang, dan udang.
Produktivitas laut dibatasi cahaya dan unsur hara. Laut lepas tropis jernih tetapi miskin hara, sedangkan wilayah upwelling, tempat air dalam yang kaya hara naik ke permukaan, sangat produktif. Di Indonesia, upwelling musiman terjadi misalnya di Laut Banda dan selatan Jawa.
Arus Lintas Indonesia (Arlindo) mengalirkan air dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia melalui selat-selat di Indonesia dan memengaruhi iklim regional.
Laut dan perubahan iklim: laut menyerap sebagian besar panas tambahan dan sebagian karbon dioksida buatan manusia. Akibatnya suhu laut naik (memicu pemutihan karang) dan air laut menjadi lebih asam (pengasaman laut), yang menyulitkan karang, kerang, dan plankton bercangkang kapur membentuk rangka. Bakau dan lamun menyimpan karbon biru dalam sedimennya sehingga melindunginya juga membantu mitigasi iklim.
Poin kunci
- Ikan laut minum air laut dan membuang garam lewat insang; hiu menyimpan urea.
- Upwelling membawa hara; kemosintesis menopang kehidupan ventilasi hidrotermal.
- Pemanasan dan pengasaman laut mengancam karang; bakau dan lamun menyimpan karbon biru.
Aktivitas
Uji pengaruh pengasaman: rendam potongan cangkang kerang atau kapur tulis dalam air, air soda, dan cuka encer. Timbang sebelum dan sesudah 48 jam, lalu kaitkan hasilnya dengan pengasaman laut.
Penjelasan untuk kuliah
Fitoplankton laut melakukan sekitar separuh produksi primer bersih bumi, walaupun biomassanya kecil dibanding tumbuhan darat, karena laju pergantiannya sangat cepat. Sebagian karbon organik tenggelam sebagai partikel dan kotoran hewan ke laut dalam melalui pompa karbon biologis, sedangkan lingkaran mikroba mengembalikan karbon organik terlarut ke jaring makanan melalui bakteri dan protista.
Migrasi vertikal harian: banyak zooplankton dan ikan kecil naik ke permukaan pada malam hari untuk makan dan turun ke kedalaman pada siang hari untuk menghindari pemangsa. Pergerakan ini dianggap sebagai migrasi hewan terbesar di bumi berdasarkan biomassa dan ikut memindahkan karbon ke laut dalam.
Keragaman Segitiga Terumbu Karang dijelaskan oleh beberapa hipotesis yang tidak saling meniadakan: pusat asal spesies, pusat tumpang tindih fauna Samudra Hindia dan Pasifik, serta pusat akumulasi spesies yang terbawa arus. Data filogenetik dan genetika populasi dipakai untuk menguji hipotesis tersebut.
Tekanan antropogenik meliputi pemanasan dan gelombang panas laut, pengasaman (pH permukaan laut turun sekitar 0,1 sejak masa praindustri), deoksigenasi, penangkapan berlebihan, dan pencemaran. Efektivitas kawasan konservasi perairan bergantung pada ukuran, umur, tingkat perlindungan, penegakan aturan, dan keterlibatan masyarakat. Pemantauan modern memakai DNA lingkungan, akustik pasif, satelit warna laut, dan data warga seperti iNaturalist.
Poin kunci
- Fitoplankton: sekitar separuh produksi primer bumi; pompa karbon biologis dan lingkaran mikroba.
- Migrasi vertikal harian adalah migrasi terbesar berdasarkan biomassa.
- Hipotesis keragaman Segitiga Terumbu Karang dan efektivitas kawasan konservasi.
Aktivitas
Unduh data suhu permukaan laut atau klorofil dari satelit untuk perairan Indonesia (misalnya dari portal data NOAA atau Copernicus). Petakan pola musiman upwelling dan bandingkan dengan musim angin muson.
Spesies contoh
- Hiu paus (Rhincodon typus)
- Karang Acropora (Acropora millepora)
- Ikan badut (Amphiprion ocellaris)
- Lamun tropika (Enhalus acoroides)
- Duyung (Dugong dugon)
- Penyu hijau (Chelonia mydas)
- Kima raksasa (Tridacna gigas)
- Gurita siang (Octopus cyanea)
- Bulu babi (Diadema setosum)
- Teripang pasir (Holothuria scabra)
- Plankton bercahaya (Noctiluca scintillans)
- Pari manta raksasa (Mobula birostris)
- Paus biru (Balaenoptera musculus)